Electronic Resource
Pengembangan Inventori Self Regulated Learning Untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama
Self Regulated Learning (Regulasi Diri dalam Belajar) merupakan
penggunaan strategi dalam proses belajar siswa, dimana ia memonitor sendiri dalam
melaksanakan suatu tugas serta berupaya untuk menggunakan langkah-langkah
sistematis umtuk mencapai prestasi belajarnya. Self Regulated Learning adalah
kombinasi keterampilan belajar akademik dan pengendalian diri yang membuat
siswa lebih termotivasi dalam mencapai prestasi belajar yang optimal. Self
Regulated Learning memiliki sembilan indikator yaitu 1) Inisiatif belajar, 2)
Mendiagnosa kebutuhan belajar, 3) Menetapkan target dan tujuan belajar, 4)
Memonitor, mengatur, dan mengontrol, 5) Memandang kesulitan sebagai
tantangan, 6) Memanfaatkan dan mencari sumber yang relevan, 7) Memilih dan
menetapkan tujuan belajar, 8) Mengevaluasi proses dan hasil belajar, 9) Konsep
diri.
Metode pengembangan inventori Self Regulated Learning ini menggunakan
model pengembangan Borg and Gall yang terdiri dari 10 langkah tahapan, akan
tetapi oleh peneliti hanya dibatasi sampai tahap kelima yakni revisi hasil uji coba
lapangan awal. Subyek pengujian adalah kepada 3 orang ahli yang terdiri 2 dibidang
bimbingan konseling dan 1 konselor. Instrumen pengumpulan data yang digunakan
yaitu skala Self Regulated Learning, dan skala penilaian instrument Self Regulated
Learning untuk menilai kualitas skala oleh penguji ahli. Analisis data dalam
penelitian ini berupa analisis deskriptif untuk mengetahui kesesuaian variabel
dengan indikator, indikator dengan deskriptor, dan deskriptor dengan pernyataan
skala Self Regulated Learning.
| SB00914S | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain