Electronic Resource
Sapaan Kekerabatam Dalam Bahasa Manggarai Di Desa Meler Kabupaten Manggarai
Sapaan kekerabatan dalam bahasa Manggarai di Desa Meler
mencerminkan relasi sosial yang terbentuk melalui garis keturunan dan garis
perkawinan. Kajian ini menjadi penting karena generasi muda di desa tersebut
mulai kehilangan familiaritas terhadap sapaan-sapaan kekerabatan tradisional. Hal
ini disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu banyaknya anak muda yang
melanjutkan pendidikan ke luar daerah dan meningkatnya jumlah pendatang baru
di wilayah tersebut.Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan bentuk-bentuk sapaan kekerabatan berdasarkan hubungan
keturunan maupun hubungan perkawinan dalam bahasa Manggarai.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskritif kualitatif,
data dalam penelitian ini berupa kata sapaan kekerabatan. Sumber data dalam
penelitian ini masyarakat Desa Meler sebagai informan.
Hasil penelitian menunjukan ditemukan bahwa sapaan kekerabatan
berdasarkan keturunan dalam bahasa Manggarai meliputi sapaan untuk nenek
moyang (empo lopo), Kakek (empo ema), Nenek ( empo ende), Bapa ( ema),
mama ( ende), Kakak laki laki bapa ( eme tu‟a), Saudara laki laki mama(amang),
saudara perempuan bapa (inang), kakak perempuan mama ( ende tu,a), adik
perempuan mama ( ingko‟e), Anak ( mantar), Anak laki laki (nana), anak
perempuan ( enu), Kakak ( kae, nara, weta), Adik (ase), cucu (empo), keponakan
(to‟a) dan sapaan hubungan perkawinan ada beberapa tingkatan yaitu, pasangan
suami istri (hae kilo), suami (rona), istri( wina), mertua laki laki (ema,
amang,bapa), mertua perempuan (ende, inang, mama), menantu laki laki (koa),
menantu perempuan(wote), saudara laki laki pihak suami ( kae,nama diri, ase),
saudara laki laki pihak istri (kela, kesa), saudara ipar perempuan pihak istri
maupun suami (kae,ase, nama diri), besan ( woe).
Adapun saran dalam penelitian inni, hasil Penelitian dan pembahasan
kata kekerabatan kekerabatan dalam Bahasa Manggarai Di Desa Meler
Kabupaten Manggarai dapat menjadikan sebagai acuan pembaca, khususnya yang
ingin melakukan melakukan penelitian tentang kata sapaan kekerabatan. Peneliti
ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu, diperlukan saran dan penelitiab
lebih lanjut mengenai penelitian kata sapaan dengan objek yang berbeda.
| SB00881S | KKI 410 ANA k/s | Perpustakaan Unikama | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain