Electronic Resource
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Di Desa Sumbertangkil Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang Tahun 2023
Warga Desa Sumbertangkil, Dusun Tumpaklengkong termasuk masyarakat
yang berlatarbelakang sebaga Petani, namun profesi sebagai Petani tidak didukung
dengan perawatan lingkungan disekitarnya. Masalah yang terjadi Warga Desa
Sumbertangkil, Dusun Tumpaklengkong kurang memperhatikan pengelolaan sampah
rumah tangga. Penelitian ini bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui dan kita
mampu menerapkan bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dan hasil dari upaya
masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Sumbertangkil.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif
dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini peneliti mengambil 35 sampel dari
Jumlah penduduk di Kecamatan Tirtoyudo adalah 63.219 dengan menggunakan teknik
simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
mengumpulkan data melalui observasi, Angket dan dokumentasi, sedangkan untuk teknik
analisis data menggunakan analisis tabel tunggal. Peneliti mengambil fokus penelitian di
Desa Sumbertangkil, Dusun Tumpaklengkong, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten
Malang, Jawa Timur.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa Desa Sumbertangkil Dusun
Tumpaklengkong sampah-sampah rumah tangga yang berserakan di daerah tersebut yang
paling banyak adalah sampah plastik yang sulit terurai secara cepat sehingga hal tersebut
menimbulkan dampak seperti bau yang tidak sedap, merusak pemandangan, sampah
dapat menyumbat aliran sungai yang ada di tempat wisata tersebut, sampah menganggu
kesuburan tanah dan sampah juga dapat mempengaruhi kualitas air apalagi saat musim
penghujan.
Kesimpulan penelitian ini adalah Masyarakat Desa Sumbertangkil Dusun
Tumpaklengkong kurang memiliki antusias dalam pengelolaan sampah seperti memilah
sampah sebelum membuangnya, membawa wadah sendiri Ketika berbelanja, menghemat
plastik secara menggunakan berulang kali, memanfaatkan Kembali botol bekas yang
masih digunakan seperti (untuk wadah detergen, penwangi, minyak goreng, dan lainlainnya), dalam pembuatan kompos, dan membawa sampah yang ke tempat pembuangan
sampah. Selain itu juga dalam kegiatan kerja bakti, dan berdiskusi tentang pengelolahan
sampah dengan masyarakat (tetangga) sangat antusias.
| SB00879S | KKI 910 MAR p/s | Perpustakaan Unikama | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain