Text
Peningkatan Kompetensi Berbicara Dengan Model Kooperatif ( Studi Kasus Siswa Kelas Vii Smp Ahmad Yani Batu Tahun 2010–2011 )
Pembelajaran Bahasa Indonesia saat ini membutuhkan perhatian yang khusus dari para pengajar. Sesuai dengan kurikulum yang menuntut tercapainya suatu Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) maka guru harus dapat menjalankan tugas mengajar dengan sebaik-baiknya supaya peserta didik dapat tuntas belajar Bahasa Indonesia. Untuk itu, dibutuhkan suatu alternatif untuk mengembangkan pembelajaran kompetensi berbicara yaitu dengan menggunakan suatu model kooperatif tipe LCS, melalui diskusi kelompok yang intensif dan efektif untuk meningkatkan kompetensi berbicara yang maksimal. Salah satu pembelajaran kompetensi berbicara yang perlu ditingkatkan adalah pada materi pokok berbicara melalui diskusi kelompok.
Peningkatan kompetensi berbicara memerlukan pemahaman, penalaran dan komunikasi yang lebih tinggi, serta presentasi. Supaya diperoleh hasil yang baik, perlu memilih model pembelajaran berbicara yang dapat meningkatkan prestasi belajar pada materi kompetensi berbicara model kooperatif melalui diskusi kelompok.
Peningkatan kompetensi berbicara model kooperatif dengan metode diskusi kelompok memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan model pembelajaran kompetensi berbicara yang lain. Pembelajaran Peningkatan Kompetensi Berbicara Model Kooperatif dapat menjadikan peserta didik aktif berkomunikasi dengan teman sebaya yaitu dalam kelompok, dengan metode diskusi dapat menjadikan peserta didik lebih banyak berpikir dan berbicara serta mempresentasikannya di depan kelas. Bahkan metode diskusi kelompok ini dapat memacu siswa untuk menemukan suatu konsep dapat membantu peserta didik dalam berlatih berkomunikasi, berbicara, presentasi dan secara bertahap menemukan konsep yang dipelajari. Dengan kelebihan-kelebihan model pembelajaran kompetensi berbicara secara kooperatif tersebut apakah dapat meningkatkan prestasi belajar pada materi kompetensi berbicara? Maka dari itu peneliti melakukan penelitian dengan judul “Peningkatan Kompetensi Berbicara Dengan Model Kooperatif ( Studi Kasus Siswa Kelas VII SMP Ahmad Yani Batu Tahun 2010 – 2011 )”, dan dari judul itu terdapat permasalahan yakni bagaimanakah Keefektifan Model Pembelajaran Kompetensi Berbicara Kooperatif dengan Metode Diskusi Kelompok.
Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Ahmad Yani Batu tahun pelajaran 2010/ 2011. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling diambil sampel sebanyak 2 kelas yaitu peserta didik kelas VII-B sebagai kelompok eksperimen yang dikenai model pembelajaran peningkatan kompetensi berbicara secara kooperatif dengan metode diskusi kelompok dan siswa kelas VII-A sebagai kelompok kontrol yang dikenai model pembelajaran kompetensi berbicara secara konvensional dengan tanpa diskusi. Pada akhir pembelajaran peningkatan kompetensi berbicara di kedua kelas sampel diberi tes akhir dengan menggunakan instrumen yang sama. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi dan tes.
Berdasarkan hasil uji kompetensi berbicara, data hasil tes dari kedua kelompok tersebut diperoleh bahwa data kedua sampel normal dan homogen, sehingga untuk pengujian hipotesis digunakan rumus yaitu Nilai Akhir = Jumlah Skor yang diperoleh x 100 : Skor Ideal (6). Dari hasil perhitungan diperoleh rata-rata kelompok eksperimen = 67,14 sedangkan rata-rata kelompok kontrol = 59,82. Karena dari hasil nilai akhir tersebut terdapat kelebihan pada pembelajaran peningkatan kompetensi berbicara melalui diskusi kelompok ketimbang pembelajaran kompetensi berbicara secra konvensional yang tanpa diskusi. Jadi rata-rata prestasi belajar pembelajaran peningkatan kompetensi berbicara pada kelompok eksperimen lebih baik dari pada kelompok kontrol.
| SB00168S | Perpustakaan Unikama | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain