Electronic Resource
Campur Kode Penjual di Pasar Tradisional Mojokerto
Campur kode pada penjual di pasar tradisional terjadi karena masyarakat pasar adalah seorang dwibahasawan yang menggunakan dua bahasa dalam berkomunikasi. Sehingga memungkinkan terjadinya percampuran kode pada saat berinteraksi dengan mitra tutur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud dan jenis campur kode pada penjual di pasar tradisional Mojokerto. Penelitian ini diharapakan dapat menambah pengetahuan dalam bidang sosiolinguistik pada mahasiswa.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Pemilihan metode tersebut karena data dalam penelitian ini berupa tuturan. Data dalam penelitian ini berwujud kata dan frasa, serta jenis-jenis campur kode. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik rekam dan kartu data. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan tabel analisis. Hasil analisis data kemudian dipaparkan dengan kata-kata yang mudah dipahami pembaca.
Bedasarkan hasil analisis data, wujud dan jenis campur kode penjual di pasar tradisional Mojokerto adalah 1) wujud campur kode pada tataran kata yang meliputi, nomina, verba, adjectival, numeralia, dan 2) pada tataran frasa yang meliputi frasa nomina dan frasa adjectival.
Selanjutnya penelitian ini dapat memberi masukan kepada masyarakat di pasar tradisional Mojokerto dengan adanya campur kode hendaknya tetap menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dan digunakan sesuai dengan tempat, kondisi, dan tujuan. Selanjutnya tetap melestarikan bahasa daerah beserta variasinya sebagai ciri khas bahasa dari masing-masing daerah.
SB00066S | KKI 410 SAR c/s | Perpustakaan Unikama | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain