Electronic Resource
Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SDN Ranupakis 01, Lumajang dengan Metode Talking Stick
Selama ini proses pembelajaran, siswa terlihat masih menganut model pembelajaran konvensional, yaitu proses pembelajaran yang berpusat pada guru dan selama itu pula kemampuan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran dan kemandirian dalam belajar tidak akan tampak. Pembelajaran konvensional menganggap guru adalah satu-satunya sumber belajar yang dianggap serba tahu. Hal ini di perkuat oleh hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian, dan terbukti saat pelajaran dimulai banyak siswa yang tidak memperhatikan dan kelihatan sekali mereka merasa bosan dengan metode yang dilakukan oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Untuk mengatasi permasalahan di atas maka secara umum dirumuskan dalam penelitian ini yaitu : Peningkatan kemampuan membaca melalui metode Talking Stick pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SDN Ranupakis 01 Lumajang. Penelitian ini dilaksanakan di kota Lumajang, tepatnya di SDN Ranupakis 01 Lumajang.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, karena di dalam penelitian tersebut berdasarkan pada latar belakang yang alamiah, yaitu peneliti terjun langsung ke lapangan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Tahap penelitian berupa siklus yang meliputi: (a) perencanaan, (b) pelaksanaan, (c) observasi, dan (d) refleksi. Teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: (a) observasi, (b) interview. subjek penelitian adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas IV yang berjumlah 29 siswa (c) Pengamatan Partisipan (d) Pre Test. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan disimpulkan bahwa penerapan metode Talking stick dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa .
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Talking Stick dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia ini terbukti Pada siklus I aktivitas belajar siswa dengan nilai rata-rata kelas dari pre test sebesar 22 meningkat menjadi 24 atau sekitar 9,1% . Sedangkan pada siklus II aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan yakni nilai rata-rata kelas dari 24 meningkat menjadi 28 atau sekitar 12,5 % dan pada siklus III aktivitas belajar siswa mangalami peningkatan nilai rata-rata kelas sebesar 28 meningkat menjadi 31 atau sekitar 14,8%. Hal ini terlihat pada hasil karya siswa dalam lembar kerja.
SB00063S | KKI 410 NOV p/s | Perpustakaan Unikama | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain